Diduga Perkosa Siswi SMP, Anggota BKK Praya Diringkus Polisi

ilustrasi

LOTENG, PILAR NTB.com-
Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.
Korbannya kali ini adalah slah seorang siswi kelas IX salah satu SMP di Kota Praya berusia 14 tahun.
Dalam komperensi Persnya, Senin kemarin, ibu korban menuturkan pemerkosaan terjadi hari Rabu. Saat itu, anaknya sebut saja bunga tengah duduk santai bersama pacarnya di Alun-alun Tastura Praya. Saat asik duduk berduaan, korban dan pacarnya dihampiri dua orang bertubuh kekar yang salah satunya diketahui bernama Awan warga Lingkungan Tengari dan merupakan Anggota Badan Keamann Kelurahan (BKK) Praya.
Awan dan reknnya langsung menuduh korban dan pacarnya berbuat mesum. Bahkan mereka mengancam akan melaporkan korban ke warga sekitar.
Selanjutnya Awan meminta pacar korban untuk pulang sendiri. Begitu juga rekan pelaku pergi meninggalkan Alun-alun Tastura. Sedangkn bunga dibawa oleh awan dengan alasan akan dibawa ke pos polisi untuk dimintai keterangan.
Tapi bukannya ke kantor polisi, bunga justeru dibawa ke salah satu kos-kosan di Lingkungan Kauman. Di kamar kos kosan itulah diduga keperawanan Bunga direnggut oleh pria pelontos itu.
Setelah selesai melancarkan nafsu bejatnya, pelaku mengantar korban pulang.
“Anak saya sempat menelpon untuk dijemput. Tapi sesampainya di Alun-alun handphonnya tidak bisa dihubungi karena disita oleh pelaku,” tuturnya.
Saat kembali ke rumah menjelang magrib, bunga tidak melihat keanehan pada bunga. Namun periatiwa memilukan itu terbongkar keesokan harinya. Diduga karena tidak bisa menahan gejolak batinnya, korban pingsan di sekolah. Saat itulah korban mulai terbuka kepada kuarga bahwa dirinya telah dinodai. Saat diperiksa, terdapat beberapa luka lebam di tubuh korban. Begitu kemaluannya lecet dan terdapat bercak darah di celana dalam dan pakaian dalam korban. Saat itu juga keluarga korban langsung melakukan visum dan melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Tengah pada hari Jumat (1/1).
Selain hasil visum, keluarga juga membawa celana dalam dengan bercak darah dan sperma sebagai barang bukti. “ Pelaku sudah datang ke rumah minta maaf. Tapi untuk persoalan ini kami tidak bisa memaafkan,” tegasnya.
Menerima laporan korban, Polres Lombok Tengah langsung menangkap pelaku dan menjebloskannya ke sel tahanan.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP. Budi berjanji akan menangani kasus tersebut dengan maksimal. “ Kasus ini akan kita atensi,” pungkasnya.(dar/p1)