Kereta Gantung Rinjani Hanya Menguntungkan Investor

Ilustrasi

LOTENGPILARNTB.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Ihwan Sutrisno meminta pemerintah daerah meninjau kembali rencana pembangunan kereta gantung Rinjani.
Sebelum direalisasikan, menurutnya perlu diadakan study kelayakan. Baik mengenai dampak kerusakan lingkungan ataupun imbasnya bagi perekonomian masyarakat setempat.
Secara pribadi pihaknya mengaku tidak setuju dengan rencana tersebut. Sebab menurutnya, kereta gantung dengan segudang peralatannya akan mengganggu flora dan fauna di kawasan Rinjani. Juga akan merusak kesakralan Rinjani yang selama ini dijaga oleh para pemangku adat dan masyarakat Lombok.
Jika dilihat dari dampak ekonomi, juga tidak berpengaruh banyak. Justeru akan mematikan mata pencaharian masyarakat.
Contohnya, penghasilan masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai porter akan berkurang. Begitu juga para pedagang di sekitar titik awal pendakian bisa gulung tikar. Sebab, lanjut Ihwan, para pengguna kereta gantung tidak mungkin akan berbelanja sebagaimana pendaki karena titik keberangkatannya diapstikan steril dari pedagang.
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga tidak akan signifikan. Mengingat sebagian keuntungan yang bersumber dari tiket kereta gantung diyakini hanya akan dinikmati oleh investor.
“Saya khawatir dan sangat yakin kereta gantung ini hanya akan menguntungkan para pemodal, sementara kita hanya bisa jadi penonton,” kata Ihwan di rumahnya, Sabtu (26/02/2020).
Yang seharusnya dilakukan saat ini adalah membenahi jalur pendakian dan mengatasi berbagai persoalan di Rinjani seperti sampah dan lain lain.
Tidak itu saja, jika Pemkab Lombok Tengah jeli, yang harusnya dilakukan adalah membuka sub tracking di beberapa titik pendakian. Hal ini diyakini lebih epektif dan mampu meningkatkan sektor pariwisata di wilayah Utara. Disamping pembenahan beberapa obyek wisata seperti Aiq Bukak, Benang Kelambu dan beberapa destinasi wisata lain di wilayah Utara.
Untuk itu pihaknya meminta Pemkab Lombok Tengah agar tidak terburu buru dalam mengambil keputusan terkait persoalan ini. (Dar/p01)