banner 728x90

Maling Asal Bilebante Didor Polisi

Pelaku AP saat digelandang ke sel tahanan

MATARAMPILARNTB.com -Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, Polda NTB akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian di Narmada tahun 2019 lalu.
Beberapa hari lalu tim Polda NTB meringkus pelaku AP, 35 tahun warga Dusun Tapon Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah.
“Tim kemudian langsung memburunya dan berhasil kita tangkap kemarin,”kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto didampingi Dir Krimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, Rabu (11/3/2020).
Dikatakan Artanto, penangkapan pelaku berlangsung dramatis. Pelaku yang mengetahui kedatangan polisi berusaha melarikan diri. Polisi langsung melakukan pengejaran sembari memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan . Polisi yang tak mau begitu saja kehilangan buruannya kemudian mengeluarkan jurus andalannya yaitu dengan menembak pelaku di betis kiri. Seketika itupun pelaku langsung terkapar tak berdaya. Polisi kemudian meringkusnya dan membawanya ke rumah sakit Bhayangkara Mataram untuk mendapatkan perawatan medis. Selpas itu pelaku kemudian dibawa ke Polda NTB untuk diproses lebih lanjut.
Dari keterangan pelaku bahwa ia tidak sendiri menjalankan aksinya, melainkan bersama tiga orang rekannya berinisial KH, MU, dan ID.
”Ketiganya kini masih dalam pengejaran,”ungkap Artanto.
Dijelaskannya, dalam menjalankan aksinnya keempat pelaku terlebih dahulu kumpul di suatu tempat untuk mengatur strategi. Selanjutnya mereka pergi ke TKP dengan jalan kaki dengan membawa parangt, linggis, dan cukit. Setelah sampai di TKP, para pelaku langsung membuka paksa pintu gerabng rumah korban kemudian masuk ke halaman rumah untuk mengambil dua buah sepeda motor. Tidak berhenti disana, pelaku kemudian masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela dengan linggis dan selanjutnya mengambil 3 buah handphone dan dompet berisi uang sejumlah Rp 1 Juta.
Setelah berhasil mengambil barang-barang berharga korban, para pelaku kemudian kabur meninggalkan TKP menggunakan sepeda motor korban.
Artanto menegaskan bahwa pihaknya takkan berhenti melakukan pengejaran terhadap pelaku yang lain. Ia pun meminta pelaku segera menyerahkan diri jika tidak ingin diambil tindakan tegas. Untuk pelaku yang sudah tertangkap kini diamankan di Polda NTB. Ia dikenakan dengan pasal 363 ayat (1) ke (3), ke (4), dan ke (5) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.
Kasus pencurian tersebut terjadi 29 September 2019. Saat itu korban Habib Nu’man bangun sekitar pukul 05.00 Wita.Seperti biasa begitu bangun ia langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah sholat shubuh. Selepas itu ia kemudian menunggu istrinya Ulfa Pariyana membuatkan segelas kopi hangat sembari menunggu matahari terbit. Namun belum saja ia menikmati kopinya, Nu’man kaget lalu tersentak dari tempat duduknya begitu melihat salah satu jendela rumahnya dalam keadaan terbuka. Ia pun mengecek jendela tersebut dan terlihat ada yang rusak. Rasa curiganya pun muncul kala itu. Ia pun bergegas mengecek barang-barang berharga miliknya dan ternyata dua buah sepeda motornya telah tiada. Tak hanya itu barang berharga lainnya seperti handphone dan dompet yang berisi uang sejumlah Rp 1 Juta pun lenyap.
Nu’man yang sadar sudah kehilangan kemudian berusaha bertanya kepada tetangganya. Namun ternyata tidak ada yang mengetahui keadaan kejadian tersebut. Selepas itu Nu’man pun bergegas ke kantor polisi dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi pun merespon cepat laporan korban. Saat itu juga polisi langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di Dusun Batu Rimpang Utara, Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Sejumlah saksi pun dimintai keterangan termasuk korban sendiri. Dari keterangan korban dan saksi, polisi kemudian bergerak menyelidiki kasus tersebut.(md/p05)

Beri rating artikel ini!