banner 728x90

Bupati Ancam Sikat Kades dan Kadus Bandel

Bupati HM.Suhaili didampingi Sekda dan Kepala BPBD saat menggelar konferensi Pers

Terkait Penanganan Covid-19

LOTENG,PILARNTB.com- Pemkab Lombok Tengah tampaknya tidak main-main dalam penanganan wabah Covid-19 atau virus corona.
Tindakan tegas tampaknya mulai dipersiapkan bagi masyarakat aparat pemerintahan tidak mematuhi anjuran pemerintah.
Misalnya dengan menyeret kepala desa atau kepala wilayah yang melakukan pembiaran kegiatan keramaian atau tidak mendukung upaya penanganan corona ke ranah hukum.
Dalam konferensi Persnya, Kamis (26/03/2020), Suhalili menegaskan tidak akan mentolerir jika ada Kades dan Kadus yang masih bandel yang tidak melaksanakan anjuran pemerintah terkait penanganan covid-19.
Dikatakan Suhaili, larangan mengadakan keramaian merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi. Hal ini wajib harus dipatuhi oleh semua pihak, khususnya aparat pemerintahan khususnya kepala kewilayahan.
Jika ada kepala desa, Kadus yang membiarkan kegiatan yang melibatkan orang banyak, akan ditindak saat itu juga.
Selain meniadakan keramaian, Kades dan Kadus juga harus melaporkan jika ada warga yang pulang dari luar daerah atau luar negeri. Hal ini dimaksudkan agar warga yang bersangkutan bisa dipantau dan ditangani dengan cepat sebelum berinteraksi lebih luas dengan masyarakat sekitar.
Bagi warga yang baru pulang dari luar daerah dan luar negeri, akan dikarantina di Rumah Mutiara Indonesia (RMI) depan Bandara Internasional Lombok (BIL) selama 14 hari. Selama masa karantina segala kebutuhan akan dijamin dan diizinkan pulang setelah masa karantina berakhir dan yang bersangkutan dinyatakan negatif.
“Yang jelas begitu dicurigai langsung dibawa ke balai karantina,” kata Suhaili.
Begitu juga sosialisasi dan penyemprotan desinfektan di seluruh desa dan kelurahan harus terus dilakukan. Sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan kehadiran pemerintah dalam kondisi sulit seperti ini. Karena bagaimanapun juga, kata Suhaili, pencegahan paling epektif berawal dari lingkungan sekitar.
Di akhir penyampaiannya Suhaili mengimbau masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah, diantaranya menetapkan sosial distancing. Jika tidak ada keperluan mendesak masyarakat diminta tetap di rumah dan tentunya menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Paling tidak hal ini bisa membantu pemerintah dalam menangani kasus global ini. (Dar/p01)

Beri rating artikel ini!