banner 728x90

Rutan Kelas II B Praya Bebaskan 48 Warga Binaan

Kasubsi pelayanan tahanan, Yuliadin Subadi (kanan) didampingi Humas Rutan Kelas II B Praya, Lalu Hizbullah

LOTENG,PILARNTB.com -Sebanyak 48 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Praya dibebaskan.
Pembebasan 48 warga bianan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran virus corona.
Kepada wartawan, Selasa (08/04/2020), Kasubsi pelayanan tahanan Rutan Kelas II B Praya, Yuliadin Subadi menjelaskan, pembebasan terakhir dilakukan 7 April kemarin.
Warga binaan yang dibebaskan adalah yang telah menjalani tiga per empat masa tahanan per 31 Desember 2019. Yang 48 warga binaan tersebut tengah diperbolehkan menjalani masa asimilasi di rumah masing-masing.
Adapun warga binaan yang dibebaskan adalah kasus pidana murni selain narkoba. Sedangkan untuk warga binaan kasus korupsi tidak masuk dalam ketentuan pemerintah pusat.
Selain mencegah penyebaran virus corona, pembebasan ini juga untuk mengurangi penghuni lapas. Mengingat seperti di daerah lain, Rutan Kelas II B Praya masih over kapasitas.
Ia menjelaskan, kapasitas rutan hanya 97. Sementara warga binaan di Rutan Kelas II B Praya mencapai 333 orang. Akibatnya, masing-masing sel tahanan yang hanya berdiamete 2,5 meter persegi diisi sembilan sampai 15 warga binaan.
Untuk itu kedepan pihaknya beraharap lebih banyak lagi warga binaan yang dibebaskan melalui kebijakan semacam ini.
” Jumlah penghuni berpengaruh pada pelayanan dan kenyamanan warga binaan. Sehingga kami berharap kebijakan ini bisa dinikmati oleh yang lain,” pungkasnya.(Dar/p01)

Beri rating artikel ini!