banner 728x90

Kades Penujak Anggap Pemkab Loteng Kurang Ajar

Lalu Soeharto

LOTENG,PILARNTB.com-Penunjukan Illira Lite Hotel sebagai lokasi karantina ODP Covid-19 menyulut kemarahan Kepala Desa Penujak, Lalu Soeharto.
Kemarahan Lalu Soeharto menyusul tidak adanya pemberitahuan terkait kebijakan tersebut.
Ia menjelaskan, penentuan lokasi karantina di Illira Lite Hotel dilakukan sepihak tanpa musyawarah dengan pemerintah dan masyarakat setempat.
Menurutnya, penunjukan sepihak yang dilakukan Pemkab Lombok Tengah merupakan tindakan kurang ajar karena dianggap tidak menghargai masyarakat setempat.
Sebelum menentukan lokasi karantina Pemda seharusnya rembuk terlebih dahulu dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Namun yang terjadi saat ini justeru sebaliknya. Bukannya musyawarah dengan masyarakat, Bupati dan jajarannya justeru terkesan memaksakan kehendak dengan memanfaatkan kewenangan yang dimilikinya tanpa memikirkan nasip dan aspirasi masyarakat. Parahnya, kata Soeharto, masyarakat justeru ditakut takuti dengan ancaman sanksi jika menolak kebijakan yang dijalankan tersebut.
Praktek yang ditunjukkan Bupati saat ini, lanjut Lalu Soeharto tidak ubahnya seperti pemerintahan di zaman penjajahan. Dimana para penguasa dengan seenaknya menggunakan kekuasaannya untuk menindas dan mengintimidasi masyarakat.
Kedepan pihaknya meminta Bupati agar tidak lagi menunjukkan hal-hal semacam ini ke masyarakat karena dikhawatirkan akan berdampak negatif yang sangat besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
” Intinya apapun kebijakannya, musyawarah mufakat harus dikedepankan. Kalau terus seperti ini kami dari pemerintah desa siap berahdapan dengan siapapun, termasuk Bupati,” tegasnya.
Sementara itu Kabag Humas Pemkab Lombok Tengah, HL.Herdan enggan mengomentari persoalan tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, penolakan lokasi karantina juga terjadi di sejumlah titik. Salah satu alasan penolakan karena masyarakat khawatir tertular covid-19.(Dar/p01)

Beri rating artikel ini!