Keluarga Besar TGH.Mutawalli Bantah Dukung Ziadi- L.Aswatara

Catut Nama Yayasan, Tuan Kejun Terancam Dipolisikan

LOTIM,PILARNTB.com-Dukungan salah seorang warga Kecamatan Jerowaru terhadap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Tengah, Ziadi-L.Aswatara yang dimuat di salah satu media massa beberapa hari lalu menuai polemik.

Pasalnya, oknum yang mengaku sebagai TGH.Muhtar tersebut mengatasnamakan Yayasan Pondok Pesantren Dharul Yatama Wal Masakin (Yadama). Hal tersebut membuat keluarga besar Almagfurullahu TGH.Mutawalli Yahya Alkalimi, geram.

Kepada wartawan, Jumat kemarin, putra TGH.Mutawalli Yahya Alkalimi, Hizbullah Mutawalli membantah klaim sepihak tersebut. Menurutnya, sejauh ini tidak ada dukungan kepada pasangan Ziadi-Aswatawa atau bakal calon kepala daerah lain, khususnya Lombok Tengah.

Dikatakan Hizbullah, dari hasil penelusuran keluarga besar TGH.Mutawalli, oknum yang dimaksud tersebut adalah H.Muhtar alias Tuan Kejun, warga Dusun Ujung, Desa Pemongkong Jerowaru. Yang mana oknum tersebut tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarganya. Jangankan hubungan keluarga, pihaknya bahkan mengaku tidak kenal dengan orang tersebut.

Dikatakan Hizbullah, tindakan H.Muhtar tersebut tidak hanya melukai perasaan keluarga besar TGH.Mutawalli, tapi juga seluruh jamaah yang selama ini bersama sama memperjuangkan yayasan.

“Yayasan ini milik jamaah. Jadi yang keberatan dalam persoalan ini tidak hanya kami ahli waris tapi seluruh jamaah di NTB,” jelasnya.

Diakuinya, beberapa anggota keluarga TGH.Mutawalli memang sering terlibat di dunia politik khuususnya pada momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tidak hanya di Lombok Timur, tapi juga di kabupaten/kota lain di NTB. Hanya saja, selama ini para anggota keluarga besar TGH.Mutawalli tidak pernah memabwa nama yayasan sebagai alat mendukung salah satu calon, melainkan bergerak secara persolan. Hal ini semata mata untuk menjaga marwah yayasan agar tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik.

Celakanya, lanjut Hizbullah, hal itu justeru dilakukan oleh orang lain yang terkadang tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga TGH.Mutawalli bahkan Yayasan.

” Sudah sangat sering seperti ini. Kami saja selaku ahli waris tidak berani mencatut nama yayasan, tapi anehnya kenapa justeru orang lain yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi,” keluhnya.

Terkait Pilkada, pihaknya menegaskan bahwa keluarga besar TGH.Mutawalli Yahya Alkalimi sejauh ini belum menentukan sikap. Namun jika ada anggota keluarga lain yang akan mendukung salah satu calon pada Pilkada, menurutnya tidak mewakili keluarga besar apalagi yayasan melainkan murni pribadi yang bersangkutan.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pada calon kepala daerah di NTB agar lebih teliti menerima dukungan dari pihak yang mengatasnamakan keluarga TGH.Mutawalli. Dalam hal ini pihaknya berharap kepada calon kepala daerah yang bersangkutan mengkroscek kebenarannya ke Jerowaru.

“Seperti di kasus H.Muhtar ini, bakal calon yang didukung sebenarnya korban,” kata Hizbullah.

Terkait hal tersebut, Hizbullah meminta H.Muhtar segera meminta maaf. Permintaan maaf disampaikan secara langsung ke Jerowaru dan melalui media massa. Jika tidak, pihaknya memastikan akan membawa kasus ini ke proses hukum.

” Kami terbuka untuk siapa saja. Tapi kalau tidak ada itikad baik, sebagai manusia biasa kami juga punya batas kesabaran,” pungkasnya.(wis/p01)