Moment HBI,SPN Loteng Tuntut Pemerintah dan DPRD Tuntaskan Masalah Buruh di Raja Hotel

PilarNTBLoteng – Dialog Sosial dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2021 yang diadakan oleh Disnaker Lombok Tengah bersama BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan, serta Komisi IV DPRD Loteng dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk pertegas sikap pemerintah dalam menjaga hak dan kewajiban pekerja dan penolakan terhadap Omnibus Law dan UU Cipta Kerja oleh organisasi-organisasi buruh di NTB dan Lombok Tengah Khususnya.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Disnaker itu di hadiri Serikat Pekerja Nasional (SPN), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), yang kemudian masing-masing perwakilan diberikan waktu untuk mengeluarkan fakta lapangan terkait para pekerja dan buruh.

Jeni MY alias Jeni Gondrong selaku Ketua SPN Lombok Tengah dalam kesempatannya meminta dengan tegas Komisi IV DPRD Loteng dan Disnaker untuk turun kelapangan menyelesaikan permasalahan pekerja seperti belakangan ini ramai beredar pekerja terzolimi karena tidak mendapatkan Upahnya.

“Kita ambil contoh di KEK, sebut saja Raja hotel yang hampir jadi 100% namun banyak pekerjanya yang melaporkan belum terima gaji dari beberapa bulan terakhir.” cetus Jeni Sabtu 01/05/2021.

Menanggapi hal itu H. Supli, SH selaku Komisi IV DPRD Loteng mengatakan akan bersurat hari senin terkait permasalahan tersebut ke Pihak terkait dalam hal ini Raja Hotel untuk meminta solusi penyelesaiannya.

“Insyaallah hari senin 03 Mei kita layangkan surat ke Raja Hotel, bahkan akan turun langsung bersama Disnakertrans, karena kami ingin semua permasalahan yang terjadi terkait leading sector komisi IV kami upayakan harus ada titik penyelesaian dan solusinya.” jelas H. Supli.

Begitupun Baiq Sri Hastuti Handayani, SH. selaku PLT Kadisnakertrans Lombok Tengah juga akan memerintahkan Kabid dan Kasi bagian Tenaga kerja untuk turun langsung ke hotel tersebut.

“Terkait permintaan Ketua Gondrong ini, Senin besok saya perintahkan Kabid san seksi bidang tenaga kerja untuk turun ke lokasi menyelesaikan masalah ini.” kata ibu yang juga Kadinsos Loteng itu.(Pilar01)