​PALIBELO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Palibelo resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Momentum ini ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera yang luar biasa, di mana seluruh petugas upacara dilakukan langsung oleh para siswa baru, sementara posisi pemimpin upacara diambil alih langsung oleh Kepala Sekolah demi memberikan teladan kedisiplinan sejak hari pertama.

​Pada tahun ajaran ini, SMPN 3 Palibelo menunjukkan tren positif dengan menerima sebanyak 58 siswa baru. Angka ini membawa angin segar karena mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya 125,  Dengan tambahan tersebut, kini total keseluruhan siswa aktif di SMPN 3 Palibelo mencapai 137 orang.


​Usai pelaksanaan upacara pembukaan, kegiatan langsung berlanjut ke agenda inti hari pertama MPLS. Para peserta didik baru menerima penyampaian materi mengenai pengenalan warga sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, dewan guru, hingga staf tata usaha. Agenda ini berjalan dengan sangat lancar dan interaktif, di mana para siswa baru tampak antusias mengenal lebih dekat sosok-sosok yang akan membimbing mereka selama tiga tahun ke depan.


​Ketua Panitia MPLS, Nur Afni, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan di hari pertama ini. Ia menyoroti bahwa di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah yang baru, Sri Wahyuningsih, S.Pd., sekolah mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik.



​"Dengan adanya Kepala Sekolah yang baru ini, banyak sekali perubahan positif yang kami rasakan. Keaktifan para guru jauh lebih bagus, dan kerja sama tim di lingkungan sekolah benar-benar luar biasa," ungkap Nur Afni dengan penuh optimisme.

​Saat memimpin jalannya upacara, Kepala Sekolah SMPN 3 Palibelo, Sri Wahyuningsih, S.Pd., memberikan narasi pembakar semangat dan ucapan selamat datang kepada 58 peserta didik baru. Beliau berpesan agar para siswa dapat segera beradaptasi dan memanfaatkan masa MPLS ini untuk mengenal lingkungan belajar yang baru dengan gembira.

​Tidak lupa, Sri Wahyuningsih juga menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh dewan guru serta staf tata usaha SMPN 3 Palibelo. Menurutnya, kerja keras dan dedikasi para guru yang telah mengerahkan segala kemampuan adalah kunci utama di balik peningkatan mutu serta daya tarik sekolah saat ini.


​Masa depan cerah sekolah ini dirancang matang melalui tema MPLS tahun ini, yaitu: "Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman, Cerdass, Disiplin, dan Berwawasan Global." Tema ini diharapkan menjadi kompas bagi seluruh civitas akademika dalam mencetak generasi muda Palibelo yang tidak hanya unggul secara karakter, tetapi juga siap bersaing di kancah yang lebih luas.

​Kegiatan pembukaan hingga penyampaian materi MPLS ini juga mendapatkan atensi khusus dari pihak pemerintah. Jalannya acara dipantau dan diawasi langsung oleh Pengawas Dinas, Ikmas, S.Pd., guna memastikan seluruh proses pengenalan lingkungan sekolah berjalan sesuai dengan regulasi, ramah anak, dan edukatif.

​Dengan dimulainya MPLS ini, SMPN 3 Palibelo siap melangkah maju membawa energi baru demi kemajuan pendidikan di daerah


PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

 


​RUNGGU, Media pilarNTB.com – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Dasar (SD) Negeri Runggu secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Pembukaan ini ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Senin pagi (13/7/2026). Kegiatan yang menjadi jembatan transisi dari masa Taman Kanak-Kanak (TK) menuju jenjang sekolah dasar tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh 51 siswa baru beserta orang tua murid.

​Tahun ini, SDN Runggu mengusung tema yang sarat akan makna mendalam, yakni "Langkah Kecil Menuju Masa Depan". Tema ini dipilih untuk menanamkan rasa percaya diri kepada para siswa baru bahwa setiap proses belajar yang dimulai sejak dini merupakan fondasi krusial bagi kesuksesan mereka di masa depan.

​Kepala Sekolah SDN Runggu, Bambang, S.Pd., yang bertindak langsung sebagai pembina upacara, menyampaikan dalam amanatnya bahwa MPLS bukan sekadar seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini sangat krusial untuk adaptasi psikologis dan sosial anak.



​"Hari ini kita menyambut generasi baru yang siap berproses. Melalui tema 'Langkah Kecil Menuju Masa Depan', kami ingin memastikan bahwa hari-hari pertama anak-anak di sekolah diisi dengan pengalaman yang menyenangkan, aman, dan edukatif. Langkah kecil yang mereka ambil hari ini adalah awal dari perjalanan panjang mencetak generasi emas bangsa," ujar Bambang, S.Pd.


​Kegiatan MPLS di SDN Runggu dirancang secara matang dengan pendekatan yang humanis serta ramah anak, sejalan dengan prinsip transisi PAUD-SD yang menyenangkan. Selama beberapa hari ke depan, para peserta didik baru akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas edukatif, antara lain:

​Pengenalan Lingkungan Fisik: Mengajak siswa berkeliling mengenal ruang kelas, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta fasilitas penunjang lainnya.

​Adaptasi Sosial: Membuka ruang interaksi positif agar siswa dapat beradaptasi secara natural dengan para guru, tenaga kependidikan, serta kakak kelas mereka.

​Edukasi Tata Tertib: Menanamkan pemahaman mengenai kedisiplinan dan tata tertib sekolah melalui metode yang ceria, seperti dongeng dan permainan interaktif.

​Di akhir sambutannya, Bambang menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi dua arah antara guru dan orang tua selama masa transisi ini. Kerja sama yang solid diyakini akan membantu anak-anak tumbuh lebih optimal di lingkungan baru mereka.


​Jalannya hari pertama sekolah dan masa orientasi ini mendapat perhatian khusus dari otoritas pendidikan setempat. Budiman, S.Pd., selaku Pengawas Dinas Pendidikan, hadir secara langsung di SDN Runggu untuk memantau jalannya transisi para siswa baru.



​Kehadiran Budiman di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tekanan psikologis terpenuhi sejak hari pertama. Berdasarkan hasil pantauannya, ia mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dalam menyambut ke-51 siswa baru dan berharap iklim belajar yang inklusif ini terus terjaga sepanjang tahun ajaran berjalan.

​Dengan hadirnya pengawasan terpadu ini, SDN Runggu menegaskan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif serta berorientasi penuh pada perkembangan karakter dan potensi akademis anak sejak dini.


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

 


​PALIBELO,Media pilarNTB.com– Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Negeri 5 Palibelo resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Dengan mengusung tema besar "Berkarakter, Berprestasi, Berbudaya, dan Siap Menyongsong Masa Depan Gemilang," pihak sekolah berkomitmen penuh untuk mendidik generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai luhur.

​Kepala SMP Negeri 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang yang hangat kepada seluruh siswa baru. Beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal yang sangat krusial bagi siswa untuk beradaptasi dengan atmosfer belajar yang positif, disiplin, dan suportif di jenjang sekolah menengah pertama.


​Selaras dengan kurikulum nasional, fokus utama masa pengenalan lingkungan sekolah tahun ini adalah penanaman nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Melalui berbagai program yang telah dirancang secara kreatif dan profesional, sekolah bertujuan membentuk karakter siswa yang kokoh melalui 6 dimensi utama:

​Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa: Menumbuhkan akhlak mulia dan ketaatan dalam beribadah sebagai fondasi utama kehidupan.

​Mandiri: Melatih kesiapan siswa untuk bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri.

​Bernalar Kritis: Mengajak siswa untuk mampu memproses informasi secara objektif, menganalisis, dan mengevaluasi masalah dengan bijak.

​Kreatif: Membuka ruang inovasi agar siswa mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal serta bermakna.

​Bergotong Royong: Menanamkan jiwa kepedulian dan kemampuan bekerja sama secara sukarela demi kepentingan bersama.

​Berkebinekaan Global: Membentuk mentalitas yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan budaya luhur bangsa.

​"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak yang melangkah masuk ke pintu SMP Negeri 5 Palibelo merasa diterima, aman, dan termotivasi. Sekolah ini akan menjadi ladang subur tempat mereka menyemai prestasi, merawat budaya lokal, dan memperkuat karakter islami serta nasionalis demi menyongsong masa depan yang gemilang," ujar Nurwahidah, S.Pd.

​Melalui sinergi antara para guru yang kompeten, fasilitas sekolah yang memadai, serta dukungan penuh dari orang tua murid, SMP Negeri 5 Palibelo optimis dapat melahirkan generasi muda Bima yang unggul, berdaya saing tinggi, dan berakhlak mulia di masa depan. Selamat berproses dan selamat belajar bagi seluruh peserta didik baru!


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 



Puskesmas bolo, PilarNTB.COM. – Sebagai wujud komitmen nyata dalam menekan angka masalah gizi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bolo menggelar Rapat Evaluasi Cakupan Kelompok Gizi (CKG) untuk periode Juli 2026. Pertemuan krusial yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) di Ruang Rapat Puskesmas Bolo ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep.

​Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran internal lintas sektor Puskesmas, meliputi Penanggung Jawab (PJ) Kluster 1, 2, dan 3, Tim Kerja Kluster, Tim Pelayanan Kluster 2, 3, dan 4, serta Tim Operator Data. Agenda utama difokuskan pada evaluasi capaian progres CKG, pemetaan hambatan input data dan logistik, serta penyusunan strategi taktis percepatan target di lapangan.


​Berdasarkan data demografi, dari total jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bolo yang mencapai 55.714 jiwa, target utama sasaran CKG ditetapkan sebesar 48% atau setara dengan 26.743 jiwa. Namun, laporan terbaru dalam rapat mengungkapkan bahwa capaian rill saat ini baru menyentuh angka 6.755 orang.

​Dalam sesi diskusi yang dinamis, tim berhasil mengidentifikasi beberapa hambatan utama yang memperlambat laju pencapaian target. Di antaranya adalah sistem penginputan aplikasi CKG untuk bayi dan balita yang mewajibkan input Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang tua, di mana pada realisasinya ditemukan banyak kasus NIK yang tidak valid saat diverifikasi di lapangan. Selain masalah validitas data, kurangnya ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) juga menjadi kendala logistik yang menghambat optimalisasi kegiatan CKG.

Merespons kendala tersebut, Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep, memberikan instruksi tegas kepada seluruh lini internal untuk segera mengambil langkah solutif dan responsif melalui tiga pilar utama:

​Peningkatan Kolaborasi Multisektor: Tim Pelayanan Kluster 2, 3, dan 4 diwajibkan membangun sinergi yang solid dengan Tim Operator guna mempercepat alur koordinasi dan integrasi data.

​Pembersihan Data (Data Cleansing): Tim Operator bersama Tim Kluster diinstruksikan untuk bergerak cepat menyisir, memvalidasi, dan memperbaiki data NIK orang tua yang bermasalah agar proses input aplikasi berjalan mulus.

​Akselerasi Lapangan: Seluruh tim diminta meningkatkan mobilitas di lapangan demi mendongkrak angka cakupan CKG, dengan target jangka pendek menyentuh angka 60% dari sasaran yang telah ditetapkan.

​"Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka, melainkan bentuk tanggung jawab kita terhadap kesehatan generasi masa depan di wilayah Bolo. Kita harus bergerak cepat, mengatasi kendala administratif, dan memastikan logistik pendukung segera teratasi agar pelayanan masyarakat tidak terganggu," tegas Nurjanah dalam arahannya.

​Melalui langkah mitigasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang terukur ini, Puskesmas Bolo optimistis dapat mengejar ketertinggalan target dan memberikan intervensi gizi yang tepat sasaran bagi masyarakat.


Pilar NTB 

JUBAIR ar-Qamar 

 


​MAKASSAR, media pilarNTB,– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bima menegaskan komitmennya dalam memajukan industri kreatif lokal dengan berpartisipasi aktif pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

​Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Bima, Murni Suciyanti Ady Mahyudi—yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima—tiba melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Rabu (08/07/2026). Kedatangan jajaran pengurus ini disambut hangat oleh panitia pelaksana serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selaku tuan rumah.

​Kehadiran Dekranasda Kabupaten Bima dalam ajang berskala nasional ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bima untuk mempromosikan potensi kerajinan daerah. Fokus utama keberangkatan ini adalah mengenakan serta memperluas pasar karya para perajin Bima melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.

​Dalam kesempatan tersebut, Murni Suciyanti memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya HUT ke-46 Dekranas. Menurutnya, agenda tahunan ini merupakan ruang strategis bagi setiap daerah di Indonesia untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka.

​"Kegiatan Dekranas ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan kerajinan dan budaya daerah. Kabupaten Bima memiliki berbagai produk unggulan, khususnya kain tenun dan karya kriya perajin lokal yang terus kita dorong agar semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Murni Suciyanti.

​Lebih lanjut, Murni menjelaskan bahwa Dekranasda Kabupaten Bima berkomitmen penuh untuk terus mendampingi para perajin lokal. Pendampingan tersebut berfokus pada peningkatan kualitas produk, inovasi desain yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya, hingga perluasan akses promosi dan pemasaran digital maupun konvensional.

​Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Tahun 2026 di Makassar ini dimeriahkan oleh berbagai agenda nasional, salah satu yang paling dinanti adalah pameran kriya dan wastra Nusantara. Pameran ini menampilkan karya-karya terbaik dari Dekranasda berbagai provinsi serta kabupaten/kota di seluruh penjuru Indonesia.

​Melalui partisipasi ini, Kabupaten Bima membawa misi besar untuk mengenalkan identitas budaya daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

​"Kami berharap keikutsertaan Kabupaten Bima dalam ajang nasional ini dapat memberikan motivasi bagi para perajin untuk terus berkarya, menjaga kualitas, dan mengembangkan produk berbasis kearifan lokal," tambah Murni optimis.

​Perayaan HUT ke-46 Dekranas tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum krusial untuk memperkuat sektor kerajinan sebagai salah satu pilar utama ekonomi kreatif sekaligus benteng dalam menjaga kelestarian warisan budaya bangsa.

 


​BIMA, pilarNTB.COM – Pelayanan jaminan kesehatan bagi pasien rawat inap di Kabupaten Bima kembali memicu sorotan tajam. Persoalan ini mencuat setelah seorang pasien rawat inap di RSUD Sondosia asal Kecamatan Palibelo berinisial N, mengeluhkan mandeknya proses aktivasi kartu BPJS Kesehatan yang nonaktif lantaran terbentur hari libur akhir pekan (Sabtu dan Minggu).

​"Apakah tidak bisa Dinas Sosial dan BPJS tetap melayani di hari libur tanpa harus menunggu hari kerja? Kami berharap ada petugas yang berjaga di hari libur agar BPJS pasien rawat inap bisa langsung aktif," keluh N kepada media.

​Keluhan tersebut langsung memantik respons dari instansi terkait, membuka tabir birokrasi, sekaligus memicu ketegasan dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Bima.


​Menanggapi keluhan pasien, Pejabat Fungsional Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima, Deni Kusmayadin, mengklarifikasi bahwa kewenangan eksekusi aktivasi kartu berada sepenuhnya di tangan BPJS Kesehatan.

​"Terkait laporan masyarakat mengenai hidup-matinya kartu BPJS di hari libur, itu bukan kewenangan Dinas Sosial. BPJS memiliki tugasnya sendiri. Dinas Sosial hanya mendata dan mengeluarkan rekomendasi untuk diusulkan ke pihak BPJS," jelas Deni.


​Merespons situasi tersebut, Kepala BPJS Kabupaten Bima, Kamaludin, menyampaikan apresiasinya atas fungsi kontrol sosial yang dijalankan media dalam menjembatani keluhan pasien di tingkat Puskesmas (PKM) hingga Rumah Sakit.

​Terkait desakan pelayanan di hari libur, Kamaludin menyatakan kesiapannya untuk menyiagakan personel. Namun, ia memberikan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh Dinas Sosial selaku pintu pertama verifikasi data pasien.

​"Kami siap menyiagakan petugas di hari libur. Tapi kami meminta satu hal: harus ada Surat Rekomendasi dari Dinas Sosial yang menyatakan bahwa pasien rawat inap di PKM atau Rumah Sakit tersebut memang benar-benar membutuhkan aktivasi darurat di hari libur," tegas Kamaludin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (09/07/2026).

​Tidak hanya menyoroti alur birokrasi, Kamaludin juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi sekaligus peringatan keras kepada seluruh fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS di Kabupaten Bima.

​Ia menekankan dua poin krusial yang kerap menjadi batu sandungan bagi pasien di lapangan:

​Toleransi Waktu Aktivasi (1x24 Jam): Pasien rawat inap dengan kartu nonaktif diberikan waktu 1 \times 24 jam untuk menyelesaikan proses aktivasi. Sistem jaminan baru boleh diberlakukan jika batas waktu tersebut terlampaui.

​Larangan Uang Jaminan di Muka: BPJS melarang keras PKM atau Rumah Sakit meminta uang jaminan di awal sebelum batas waktu toleransi habis. "PKM dan Rumah Sakit yang meminta uang jaminan duluan untuk menunggu sampai BPJS aktif, itu tidak boleh!" seru Kamaludin dengan nada bicara yang tegas.

​Menutup keterangannya, Kamaludin meluruskan misinformasi yang berkembang di masyarakat terkait durasi rawat inap. Ia menegaskan tidak ada aturan yang mewajibkan pasien BPJS harus dirawat selama minimal tiga hari.

​"Bilamana ada pasien BPJS yang masuk rawat inap, jika sudah dinyatakan sembuh oleh dokter—walaupun baru satu hari dirawat—maka pasien sudah diperbolehkan pulang. Tidak perlu dipaksa menunggu sampai tiga hari," pungkasnya.

​Langkah responsif dari BPJS Bima ini diharapkan dapat memotong rantai birokrasi yang kaku, sekaligus menjadi alarm bagi faskes nakal yang masih membebani pasien dengan aturan ilegal di luar ketentuan BPJS Kesehatan. 


(PilarNTB)

Jubair ar-Qamar 



​BELO, media PilarNTB.com,   Mengawali gerak cepat menjelang dimulainya kalender akademik baru, SMA Negeri 1 Belo resmi menggelar kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKA). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Belo ini dijadwalkan berjalan selama tiga hari, mulai Kamis (9/7) hingga Sabtu (11/7).

​IHT ini menjadi momentum krusial bagi seluruh tenaga pendidik di SMAN 1 Belo untuk merefleksikan sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogis mereka. Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Wilayah VI Bima dan Kota Bima, Bapak Fahmi Hatib, M.Pd., serta diikuti dengan antusias oleh seluruh jajaran dewan guru.


​Pemilihan waktu pelaksanaan di penghujung masa libur akhir tahun ajaran 2025/2026 ini bukan tanpa alasan. Langkah strategis ini diambil agar bapak dan ibu guru memiliki waktu yang fokus dan matang dalam menyusun serta merampungkan administrasi pembelajaran mendalam. Dengan demikian, saat hari pertama masuk sekolah pada Senin, 13 Juli 2026 mendatang, perangkat pembelajaraan telah siap diimplementasikan secara optimal di kelas.

​Dalam sambutan pembukaannya, Kepala SMAN 1 Belo, Bapak Wahyuddin, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan komitmen tinggi para guru yang tetap bersemangat meluangkan waktu di akhir masa libur demi peningkatan mutu sekolah.

​"Terima kasih atas dedikasi Bapak dan Ibu dewan guru sekalian. Saya berharap kegiatan IHT ini diikuti dengan serius, penuh fokus, dan konsisten. Ini adalah ruang kita untuk saling menguatkan kapasitas diri demi menghadirkan pembelajaran yang benar-benar bermakna bagi peserta didik," ujar Wahyuddin dalam arahannya.

​Melalui pelatihan intensif ini, SMAN 1 Belo menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju menuju visi sekolah yang nyaman, aman, dan berkarakter, sekaligus memastikan kesiapan total dalam mengawal tahun pelajaran 2026/2027.


PilarNTB 

Jubair ar-Qamar 

Diberdayakan oleh Blogger.