​Sondosia, media PilarNTB.com – Semangat gotong royong dan religiusitas warga Desa Sondosia terpancar kuat dalam pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban yang berlangsung khidmat pada Rabu (27/5/2026). Berpusat di area masjid  Al- Ihsan desa Sondosia, kegiatan tahun ini mencatatkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

​Tercatat, panitia berhasil menghimpun total hewan kurban keseluruhan desa Sondosia sebagai berikut:

​28 ekor Sapi

​11 ekor Kambing

​1 ekor Kerbau

​Seluruh hewan kurban tersebut merupakan amanah dari warga masyarakat yang memercayakan ibadahnya melalui kepanitiaan desa.

​Persiapan Matang dan Pengawasan Ketat

​Keberhasilan acara ini tidak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan jauh-jauh hari. Ketua Panitia, Ridwan Nullah, S.Ag, mengungkapkan bahwa sebanyak 60 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda dilibatkan secara aktif. Untuk memastikan kelancaran, panitia membagi kerja ke dalam beberapa divisi khusus, meliputi tim pemotongan, tim konsumsi, hingga tim keamanan.

​Tidak hanya berfokus pada teknis pelaksanaan, panitia juga berkomitmen menjaga kualitas daging kurban.

​"Kami berkoordinasi langsung dengan Dinas Peternakan untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban sebelum disembelih. Ini penting agar semuanya berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dan tentunya memenuhi syariat Islam," ujar Ridwan Nullah, S.Ag di sela-sela kegiatan.

​Sinergi Aparat dan Antusiasme Warga





​Kegiatan ini turut dihadiri dan dipantau langsung oleh Kepala Desa Sondosia, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran tokoh masyarakat. Kehadiran unsur tiga pilar desa ini memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme warga sangat tinggi. Bahkan, banyak dari pihak keluarga pekurban yang sudah hadir sejak pagi buta untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan momen sakral tahunan ini.

​Mekanisme Distribusi yang Tepat Sasaran

​Untuk mengantisipasi kerumunan dan memastikan distribusi daging berjalan adil, panitia menerapkan sistem kupon berbasis data Rukun Tetangga (RT). Daging kurban ini nantinya akan didistribusikan secara merata ke 11 RT yang ada di Desa Sondosia melalui skema berikut:

Kelompok Penerima Skema Alokasi & Distribusi

Prioritas Utama 30 Kartu Keluarga (KK) per RT yang dinilai paling membutuhkan (Data dihimpun dan disalurkan langsung oleh Ketua RT).

Kelompok Cadangan Dipersiapkan khusus oleh panitia. Jika terdapat kelebihan stok daging, maka akan dialokasikan ke prioritas kedua (warga yang belum mendapatkan kupon utama).


Apresiasi dari Kepala Desa Sondosia



​Melihat kelancaran acara dan tingginya jumlah hewan kurban tahun ini, Kepala Desa Sondosia, Syamsul, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh warganya.

​"Alhamdulillah, tingkat kesadaran masyarakat Desa Sondosia dalam berkurban tahun ini sangat luar biasa. Ini adalah perubahan yang begitu bagus, efektif, dan di luar dugaan kami. Terima kasih atas kerja keras panitia dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," ungkap Syamsul dengan penuh haru.

​Dengan manajemen yang tertata rapi dan transparansi yang terjaga, Ridwan Nullah, S.Ag bersama seluruh panitia berharap program kurban ini dapat terealisasi dengan sebaik-baiknya sesuai kesepakatan bersama, serta membawa berkah yang luas bagi seluruh warga Desa Sondosia.

Media PilarNTB 

Penulis:Jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


​MATARAM Media pilarNTB.com,— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus menyuarakan pentingnya penguatan kebijakan fiskal nasional yang lebih adil dan adaptif, khususnya bagi daerah kepulauan. Langkah strategis ini dinilai krusial guna mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat di bumi Gora.

​Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa bagi wilayah kepulauan seperti NTB, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran yang sangat vital. APBN bukan sekadar instrumen penghitungan angka dan anggaran rutin, melainkan instrumen keadilan pembangunan yang nyata.

​"APBN harus hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan geografis yang nyata, memotong disparitas konektivitas antarwilayah, serta mengompensasi tingginya biaya pelayanan publik yang selama ini menjadi beban khas daerah kepulauan," ujar Wagub yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.

​Aspirasi ini disampaikan secara langsung di hadapan jajaran Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam agenda kunjungan kerja mereka ke NTB. Pemprov NTB memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan kembali urgensi hubungan fiskal pusat-daerah yang lebih proporsional. Dengan formula yang lebih berimbang, daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk tumbuh secara kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

​Fokus Sektor Unggulan dan Inovasi Pembiayaan

​Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan fiskal yang ada, Provinsi NTB terbukti tetap mampu menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif. Guna menjaga momentum ini, Pemprov NTB terus bergerak lincah mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat sejumlah sektor penopang ekonomi daerah.

​Fokus pembangunan saat ini diarahkan pada pemantapan pariwisata berkualitas, penguatan ketahanan pangan, akselerasi hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan ekonomi syariah, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Lebih dari itu, keterbatasan anggaran tidak membuat inovasi daerah mandek. Pemprov NTB kini gencar mendorong skema pembiayaan kreatif (creative financing) di luar jalur konvensional serta memperkuat iklim investasi daerah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur strategis.

​Melalui kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah, kebijakan fiskal ke depan diharapkan menjadi lebih responsif, inklusif, dan berkeadilan. Sinergi inilah yang diyakini akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar: NTB Makmur Mendunia.

 


​BIMA, Media PilarNTB.Com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, dan transparan bagi masyarakat Kabupaten Bima dan sekitarnya.

​Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, pihak manajemen rumah sakit resmi merilis jadwal pelayanan Dokter Spesialis terbaru. Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa kepastian jadwal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan pemeriksaan kesehatan mereka.

​"Kami terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik. Penyesuaian dan ketepatan waktu pelayanan adalah fokus kami demi kenyamanan pasien yang datang berobat," ujar dr. Firman kepada media PilarNTB.Com, Selasa (26/5/2026).

​Jadwal Pelayanan Poliklinik Spesialis RSUD Sondosia

​Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis spesifik, berikut adalah jadwal operasional sejumlah Poliklinik Spesialis yang tersedia:

​Poliklinik Penyakit Dalam

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Anak

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Kebidanan & Kandungan (Obgyn)

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Bedah

​Jam Pelayanan: 09.00 WITA – Selesai

​Pangkas Antrean Lewat Aplikasi Mobile JKN

​Guna menghindari penumpukan pasien di loket fisik serta memotong waktu tunggu, dr. Firman sangat menyarankan agar masyarakat memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan sistem pendaftaran online ini, pasien dapat datang ke rumah sakit dengan waktu yang lebih efisien.

​Bagi masyarakat yang masih awam atau mengalami kendala teknis dalam menggunakan aplikasi tersebut, RSUD Sondosia telah menyiagakan petugas khusus.

​"Kami telah menempatkan Duta Mobile JKN di area loket pendaftaran. Jika Bapak/Ibu kesulitan menggunakan aplikasinya, silakan temui petugas kami. Mereka siap memandu proses pendaftaran online Anda hingga selesai," tambah dr. Firman.

​Komitmen Terhadap Kritik dan Saran Pasien

​Selain fokus pada digitalisasi layanan, RSUD Sondosia juga membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya melalui Unit Pengaduan Pelayanan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kenyamanan dan kepuasan pasien adalah prioritas utama.

​Masyarakat yang memiliki keluhan, kritik, maupun saran konstruktif terkait kualitas pelayanan dapat langsung menghubungi kanal resmi RSUD Sondosia berikut:

​WhatsApp Informasi & Pengaduan: 0821-4682-8697

​Facebook: Pkrs Rsud Sondosia

​Instagram: @pkrs_rs_sondosia

​"Terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat yang telah memilih RSUD Sondosia sebagai mitra pelayanan kesehatan keluarga. Setiap masukan yang masuk akan kami evaluasi demi peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan," pungkasnya.

​BIMA, PilarNTB.Com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, dan transparan bagi masyarakat Kabupaten Bima dan sekitarnya.

​Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, pihak manajemen rumah sakit resmi merilis jadwal pelayanan Dokter Spesialis terbaru. Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menyampaikan bahwa kepastian jadwal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan pemeriksaan kesehatan mereka.

​"Kami terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik. Penyesuaian dan ketepatan waktu pelayanan adalah fokus kami demi kenyamanan pasien yang datang berobat," ujar dr. Firman kepada media PilarNTB.Com, Selasa (26/5/2026).

​Jadwal Pelayanan Poliklinik Spesialis RSUD Sondosia

​Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis spesifik, berikut adalah jadwal operasional sejumlah Poliklinik Spesialis yang tersedia:

​Poliklinik Penyakit Dalam

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Anak

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Kebidanan & Kandungan (Obgyn)

​Jam Pelayanan: 08.00 WITA – Selesai

​Poliklinik Bedah

​Jam Pelayanan: 09.00 WITA – Selesai

​Pangkas Antrean Lewat Aplikasi Mobile JKN

​Guna menghindari penumpukan pasien di loket fisik serta memotong waktu tunggu, dr. Firman sangat menyarankan agar masyarakat memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan sistem pendaftaran online ini, pasien dapat datang ke rumah sakit dengan waktu yang lebih efisien.

​Bagi masyarakat yang masih awam atau mengalami kendala teknis dalam menggunakan aplikasi tersebut, RSUD Sondosia telah menyiagakan petugas khusus.

​"Kami telah menempatkan Duta Mobile JKN di area loket pendaftaran. Jika Bapak/Ibu kesulitan menggunakan aplikasinya, silakan temui petugas kami. Mereka siap memandu proses pendaftaran online Anda hingga selesai," tambah dr. Firman.

​Komitmen Terhadap Kritik dan Saran Pasien

​Selain fokus pada digitalisasi layanan, RSUD Sondosia juga membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya melalui Unit Pengaduan Pelayanan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kenyamanan dan kepuasan pasien adalah prioritas utama.

​Masyarakat yang memiliki keluhan, kritik, maupun saran konstruktif terkait kualitas pelayanan dapat langsung menghubungi kanal resmi RSUD Sondosia berikut:

​WhatsApp Informasi & Pengaduan: 0821-4682-8697

​Facebook: Pkrs Rsud Sondosia

​Instagram: @pkrs_rs_sondosia

​"Terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat yang telah memilih RSUD Sondosia sebagai mitra pelayanan kesehatan keluarga. Setiap masukan yang masuk akan kami evaluasi demi peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan," pungkasnya.



Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  diserahkan oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi NTB Suparwadi, SE., MM., Ak., ERMAP., CSFA dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota di Wilayah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025, Senin (25/5) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 di Aula instansi tersebut.

Ini merupakan predikat WTP ke-11 secara berturut-turut yang diraih jajaran Pemerintah Kabupaten Bima Pemkab Bima, dan yang kedua di masa kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan. 

Bupati Bima Ady Mahyudi pada kesempatan tersebut mengungkapkan, Predikat Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan oleh BPK hari ini  berkat kerja keras dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang luar biasa mengelola keuangan daerah". Terang Terang Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati dr.H. Irfan Zubaidy dan Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari.

Capaian tersebut merupakan Kado Hari Jadi Bima ke-386 yang puncaknya akan diperingati 5 Juli 2026 mendatang. 

Kepala BPK Provinsi NTB Suparwadi, dalam sambutannya mengungkapkan, pemeriksaan bertujuan memberikan opini  pernyataan profesional atas kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Penerapan standar akuntansi pemerintah, pengungkapan informasi yang cukup dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta efektivitas sistem kendali daerah menjadi indikator utama penilaian. Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk senantiasa mengelola APBD secara teliti dan memenuhi ketentuan yang berlaku". Tandasnya dihadapan para Bupati dan Walikota, Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD,  Inspektur dan para Kepala BPKAD Se- NTB.

Bupati Bima didampingi Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE, Sekretaris DPRD Nurdin, S.Sos, Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan,SE, Kepala BPKAD Aries Munandar, ST., MT dan beberapa pejabat Eselon III BPKAD Kabupaten Bima. (Red)

 


WOHA, Media pilarNTB.com,- Selasa (26/05/2026) Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Woha sukses menggelar puncak rangkaian program tahunan melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Woha. Kegiatan yang berlangsung hari ini ditempatkan di dua lokasi utama, yaitu SDN 1 Tente dan SDN 2 Tente, serta menjadi penutup dari seluruh rangkaian lomba yang telah diawali sebelumnya seperti SPBI, lomba bertutur, LCC, dan O2SN.

Sebanyak 105 siswa dari berbagai delegasi sekolah dasar di Kecamatan Woha ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka bersaing ketat dalam tiga mata pelajaran yang dilombakan, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Meski demikian, tercatat ada beberapa sekolah yang belum bisa mendaftarkan siswanya akibat kendala teknis saat mengakses tautan (link) pendaftaran resmi.

Para pemenang atau juara yang lahir dari kompetisi di kompleks sekolah Tente tersebut dipastikan akan menjadi duta Kecamatan Woha untuk melenggang ke kompetisi OSN tingkat Kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.

Siasati Keterbatasan Anggaran dengan Pembinaan Berkelanjutan

Kepada media Pilar, Korwil Pendidikan Woha, Ramli, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan OSN kali ini mengalami penyesuaian jadwal. Sedianya, agenda nasional ini dilaksanakan pada bulan Februari lalu. Namun, karena keterbatasan kesiapan anggaran di tingkat kabupaten, kegiatan akhirnya diadaptasi dan dimaksimalkan di tingkat kecamatan.

"Sebenarnya duta (perwakilan) itu sudah ada. Namun, karena tidak ada kelanjutan dari kabupaten akibat kendala anggaran, kami di tingkat Korwil tetap berinisiatif menggelar ini sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan untuk persiapan tahun berikutnya," ujar Ramli di sela-sela peninjauan lokasi lomba.



Ia juga menambahkan bahwa secara keseluruhan acara yang berpusat di SDN 1 dan SDN 2 Tente ini berjalan dengan sangat baik tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari solidnya partisipasi, dukungan moril, maupun materi dari para Kepala Sekolah serta guru pembina di seluruh wilayah Woha.

Junjung Tinggi Sportivitas dan Targetkan Final

Saat membuka acara secara resmi, Ramli, M.Pd., memberikan pesan khusus dan motivasi membakar semangat kepada para peserta. Ia meminta seluruh siswa untuk berkompetisi secara sehat dan menaruh rasa optimisme yang tinggi.

"Berkompetisilah dengan baik dan junjung tinggi sportivitas. Harapan besar kami, anak-anak yang juara hari ini mampu mengukir prestasi gemilang di tingkat kabupaten pada bulan Juni nanti," pesannya.

Mengevaluasi dinamika tahun ini, Korwil Woha berkomitmen untuk mencuri start lebih awal dalam pelaksanaan program serupa di tahun depan agar persiapan para siswa jauh lebih matang. Berbekal kesuksesan jenjang SMP wilayah Woha yang berhasil meraih juara pada kompetisi sebelumnya, Ramli memasang target tinggi untuk masa depan.

"Tahun depan, minimal dua regu yang kita utus harus sama-sama masuk ke babak final. Kami sangat optimis melihat potensi anak-anak dan komitmen para guru pembina saat ini," pungkas Ramli dengan nada optimis.


Pilar NTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Pimpinan redaksi 

 


​PALIBELO, Media pilarNTB.com —, Mental juara dan daya juang tanpa batas berhasil ditunjukkan oleh Tim Voli Putra SMPN 5 Palibelo dalam laga final yang berlangsung dramatis, Jumat (22/05/2026). Sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal dua set langsung, tim asuhan SMPN 5 Palibelo secara luar biasa membalikkan keadaan untuk keluar sebagai Juara 1 setelah menumbangkan rival kuat mereka, MTsN Sila.

​Pertandingan bertajuk derbi penuh gengsi ini menyajikan atmosfer yang luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan. Pada dua set awal, MTsN Sila tampil menekan dan berhasil mendominasi permainan. Pemanfaatan celah dan serangan-serangan tajam membuat MTsN Sila merebut keunggulan 2-0, meninggalkan tekanan besar di kubu SMPN 5 Palibelo.

​Namun, ketertinggalan dua angka tersebut sama sekali tidak mematahkan semangat juang anak-anak Palibelo. Memasuki set ketiga, alih-alih menyerah pada keadaan, para punggawa SMPN 5 Palibelo justru memperlihatkan sinergi dan mentalitas baja yang sesungguhnya.

​Berkat evaluasi taktik yang cepat dan komunikasi yang rapat di lapangan, SMPN 5 Palibelo mulai bangkit. Lemparan-lemparan smash yang akurat dan pertahanan blocking yang solid perlahan memangkas jarak, sekaligus meruntuhkan ritme permainan lawan. Set demi set berhasil direbut kembali dengan perjuangan yang menguras fisik dan emosi.



​Laga mencapai puncak ketegangan pada set penentu. Dengan sisa-sisa tenaga dan fokus yang tetap terjaga, Tim Voli Putra SMPN 5 Palibelo akhirnya menyudahi perlawanan MTsN Sila dengan skor akhir 3-2. Kemenangan epic comeback ini disambut histeria dan tangis haru dari seluruh pendukung, guru, dan official tim yang hadir.

​Apresiasi Mendalam dan Harapan Kepala Sekolah

​Keberhasilan monumental ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Sekolah SMPN 5 Palibelo, Nurwahidah, S.Pd. Saat ditemui usai pertandingan, beliau tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus haru atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswanya di lapangan.

​"Ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan voli, melainkan sebuah pelajaran hidup yang berharga tentang arti sebuah kegigihan. Ketika anak-anak tertinggal 0-2, mereka tidak memilih untuk menyerah, melainkan bangkit bersama dengan kepala tegak. Karakter dan mentalitas baja inilah yang sesungguhnya membuat kami semua di sekolah merasa sangat bangga," ungkap Nurwahidah, S.Pd., dengan nada haru.

​Lebih lanjut, Nurwahidah, S.Pd., menyampaikan harapan besar agar momentum juara ini menjadi batu loncatan bagi perkembangan prestasi non-akademik di SMPN 5 Palibelo. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi bakat-bakat muda agar mampu berbicara banyak, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi hingga ke level yang lebih tinggi.

​"Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa SMPN 5 Palibelo, baik di bidang olahraga maupun akademik. Semoga gelar juara ini tidak membuat kita cepat puas, melainkan menjadi awal dari tradisi juara yang akan terus kita gaungkan ke depan. Tetaplah rendah hati dan terus berlatih," tambah sang Kepala Sekolah memotivasi.

​Gelar Juara 1 ini menjadi bukti nyata bahwa dalam olahraga, bakat mumpuni jika dikombinasikan dengan kerja keras dan mental pantang menyerah akan melahirkan sebuah keajaiban di lapangan. Pungkasnya


Media PilarNTB 

Penulis: jubair ar-Qamar 

Mimpinan redaksi 

 


​BIMA, Media pilarNTB.com, – Pemerintah Kabupaten Bima secara tegas membantah rumor yang beredar mengenai adanya pemangkasan gaji bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang mengabdi di lingkup pemerintah daerah setempat. Komitmen tersebut dibuktikan dengan tetap amannya alokasi total anggaran penggajian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

​Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, Suryadin, M.Si., menyampaikan bahwa plot anggaran penggajian PPPK Paruh Waktu murni merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif yang telah dikunci pada angka Rp 62,7 miliar.

​"Sesuai hasil pembahasan dengan legislatif, komitmen Pemerintah Daerah sangat jelas. Anggaran yang ditetapkan dalam APBD 2026 adalah sebesar Rp 62,7 miliar, dan jumlah ini tidak berkurang sama sekali," ujar Suryadin dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

​Menyesuaikan Juknis BOSP Lewat Pergeseran APBD

​Suryadin menguraikan, dalam dokumen APBD Awal 2026, pos anggaran tersebut mulanya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 37,9 miliar yang tersebar di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara sisanya, yakni sebesar Rp 24,7 miliar, diplot melalui kode rekening belanja Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

​Namun, pada awal pelaksanaan tahun anggaran, terbit Petunjuk Teknis (Juknis) baru yang membatasi penggunaan dana BOSP untuk penggajian tenaga paruh waktu, yakni maksimal hanya boleh digunakan sebesar 20 persen dari total dana BOSP yang diterima sekolah.

​Merespons regulasi terbaru tersebut, Pemkab Bima bergerak cepat melakukan langkah taktis dengan menggelar tahapan pergeseran APBD pada April 2026 lalu agar formulasi penganggaran tetap patuh hukum tanpa merugikan hak-hak para tenaga PPPK Paruh Waktu.

​"Atas dasar aturan baru tersebut, Pemkab Bima melakukan pergeseran APBD pada Bulan April 2026. Langkah ini diambil sebagai penyesuaian skema sumber dana, bukan memotong nominal hak yang diterima," tegas Kabag Prokopim.

​Struktur Baru Sumber Anggaran

​Melalui APBD Pergeseran tersebut, struktur pembiayaan gaji PPPK Paruh Waktu kini diubah menjadi lebih aman dan akuntabel, dengan rincian sebagai berikut:

​Belanja Jasa PPPK PW (DAU/PAD): Naik menjadi Rp 47,2 miliar (sebelumnya Rp 37,9 miliar).

​Belanja BOSP (Maksimal 20%): Ditekan menjadi Rp 11,92 miar (sebelumnya Rp 24,7 miliar).

​Belanja Jasa BLUD: Dialokasikan sebesar Rp 3,58 miliar.

​Dengan formulasi baru ini, akumulasi keseluruhan alokasi anggaran pasca-pergeseran dipastikan tetap berada di angka Rp 62,72 miliar.

​Suryadin memaparkan bahwa penurunan angka belanja dari pos BOSP menjadi Rp 11,92 miliar justru merupakan bukti kepatuhan Pemda dalam menjalankan amanat batas maksimal 20 persen. Hal ini sekaligus mematahkan isu miring yang menyebutkan adanya skema penggunaan dana BOSP hingga 40 persen oleh Pemerintah Daerah.

​"Penyesuaian ini murni masalah penataan regulasi sumber penganggaran agar tidak menabrak juknis pusat. Hak-hak tenaga PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bima tetap menjadi prioritas dan nilainya tidak ada yang dikurangi," pungkasnya. 




Diberdayakan oleh Blogger.